
Ayampedia – Ayam Icelandic atau sering disebut Íslenska landnámshænan adalah salah satu ras ayam langka yang berasal dari Islandia. Ras ini terkenal dengan daya tahan tubuhnya yang kuat, bulu berwarna-warni nan indah, serta sifatnya yang aktif dan tangguh. Walau terbilang langka di dunia, ayam ini mulai menarik perhatian para pecinta unggas dan peternak di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Bagi Anda yang baru ingin memulai, berikut adalah panduan lengkap beternak ayam Icelandic untuk pemula.
1. Mengenal Ayam Icelandic
Ayam Icelandic adalah ras ayam asli Islandia yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Ayam ini bukan hasil persilangan modern, melainkan berkembang alami sehingga memiliki daya tahan luar biasa terhadap iklim ekstrem. Bulunya bervariasi mulai dari putih, hitam, merah, hingga kombinasi bercorak indah.
2. Keunggulan Ayam Icelandic
Sebelum beternak, penting untuk tahu keunggulannya:
- Tahan penyakit berkat genetik alami.
- Bulu indah sehingga cocok juga sebagai ayam hias.
- Produktivitas telur baik, bisa menghasilkan 150–180 butir telur per tahun.
- Daging berkualitas dengan tekstur lebih kenyal.
- Sifat lincah dan aktif sehingga menarik untuk dipelihara.
3. Persiapan Kandang
Kandang yang baik sangat penting. Berikut tipsnya:
- Buat kandang tidak terlalu sempit, karena ayam Icelandic aktif bergerak.
- Pastikan ada ventilasi udara yang baik.
- Gunakan alas berupa sekam padi atau jerami kering.
Sediakan tempat bertengger (perch), karena ayam ini suka hinggap.
4. Pemilihan Bibit
Kualitas bibit menentukan keberhasilan beternak. Pilih bibit ayam Icelandic yang:
- Sehat, tidak cacat fisik.
- Aktif dan gesit.
- Bulu tampak mengilap.
- Nafsu makan baik.
5. Pakan yang Tepat
Ayam Icelandic memerlukan pakan bergizi seimbang:
- Anakan (DOC hingga 1 bulan): berikan pakan crumble atau voer khusus anak ayam.
- Remaja: campuran dedak, jagung giling, dan konsentrat.
- Dewasa: biji-bijian, sayuran hijau, jagung, serta tambahan protein dari bekicot atau ikan kecil.
Berikan juga suplemen vitamin agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
6. Perawatan Harian
Agar tetap sehat, lakukan perawatan rutin:
- Bersihkan kandang minimal 2 kali seminggu.
- Ganti air minum setiap hari.
- Jemur ayam di bawah sinar matahari pagi.
- Lakukan vaksinasi dasar sesuai usia ayam.
7. Pencegahan Penyakit
Walau tahan penyakit, pencegahan tetap penting:
- Jangan biarkan kandang lembap.
- Pisahkan ayam yang sakit.
- Gunakan ramuan herbal alami seperti jahe atau kunyit dalam air minum untuk menjaga stamina.
8. Perkawinan dan Pembiakan
Ayam Icelandic mudah berkembang biak secara alami. Pastikan rasio pejantan dan betina seimbang, idealnya 1 jantan untuk 6–8 betina. Telur bisa dierami induk atau menggunakan mesin tetas.
9. Potensi Bisnis
Di Indonesia, ayam Icelandic bisa jadi peluang bisnis karena:
- Termasuk ras langka dan eksotis.
- Banyak dicari kolektor ayam hias.
- Harga jual bibit relatif tinggi dibanding ayam lokal biasa.
- Bisa dijual dalam bentuk anakan, telur, maupun ayam dewasa.
10. Tips Sukses untuk Pemula
- Mulai dari skala kecil, misalnya 5–10 ekor dulu.
- Pelajari karakter ayam secara langsung.
- Gabungkan tujuan beternak: hobi sekaligus peluang usaha.
- Jaga konsistensi dalam pemberian pakan dan kebersihan kandang.
Kesimpulan
Beternak ayam Icelandic adalah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menguntungkan. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, penampilan bulu yang menawan, dan produktivitas telur yang cukup baik, ayam ini cocok dipelihara baik untuk hobi maupun bisnis. Bagi pemula, kunci suksesnya ada pada pemilihan bibit unggul, perawatan kandang, pakan bergizi, dan ketelatenan dalam merawat ayam.