
Ayampedia – Pakan merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas ayam petelur. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi pakan adalah dengan melakukan fermentasi. Pakan fermentasi memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan daya cerna, meningkatkan produksi telur, serta mengurangi bau kotoran ayam.
Manfaat Pakan Fermentasi untuk Ayam Petelur
- Meningkatkan Kualitas Pakan
Proses fermentasi membantu meningkatkan kandungan nutrisi dalam pakan, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh ayam. - Menekan Bakteri Patogen
Fermentasi dapat menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dan memperbanyak mikroorganisme baik yang bermanfaat bagi sistem pencernaan ayam. - Mengurangi Bau Kotoran
Pakan yang telah difermentasi akan dicerna lebih sempurna oleh ayam, sehingga mengurangi bau kotoran yang dihasilkan. - Meningkatkan Produksi Telur
Dengan daya cerna yang lebih baik, ayam dapat memperoleh nutrisi yang cukup untuk meningkatkan jumlah dan kualitas telur yang dihasilkan. - Menghemat Biaya Pakan
Fermentasi dapat meningkatkan efisiensi pakan, sehingga konsumsi pakan ayam lebih sedikit tetapi tetap memberikan nutrisi yang optimal.
Bahan-Bahan untuk Pakan Fermentasi
Untuk membuat pakan fermentasi, berikut beberapa bahan utama yang dibutuhkan:
- Dedak padi (50 kg)
- Jagung giling (30 kg)
- Ampas tahu atau bekatul (10 kg)
- Tepung ikan atau tepung bekicot (5 kg)
- Probiotik EM4 Peternakan (200 ml)
- Molase atau gula merah yang dilarutkan dalam air (200 ml)
- Air bersih (secukupnya)
Catatan: Jumlah bahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peternakan.
Cara Membuat Pakan Fermentasi untuk Ayam Petelur
1. Persiapan Bahan
- Pastikan semua bahan dalam keadaan segar dan bebas dari jamur atau kontaminasi yang berbahaya bagi ayam.
- Campurkan semua bahan kering seperti dedak padi, jagung giling, ampas tahu, dan tepung ikan ke dalam wadah besar.
2. Pembuatan Larutan Fermentasi
- Larutkan probiotik EM4 dan molase/gula merah dalam 5 liter air bersih.
- Aduk hingga larutan tercampur merata.
3. Proses Pencampuran
- Siram larutan fermentasi ke dalam campuran bahan kering secara perlahan sambil diaduk rata.
- Pastikan adonan tidak terlalu basah atau terlalu kering (tingkat kelembaban sekitar 30–40%).
4. Proses Fermentasi
- Simpan campuran pakan dalam wadah tertutup seperti drum plastik atau karung yang dilapisi plastik.
- Pastikan wadah dalam kondisi kedap udara agar proses fermentasi berlangsung dengan baik.
- Diamkan selama 24–48 jam di tempat yang teduh dan bersuhu stabil.
5. Pakan Siap Digunakan
- Setelah proses fermentasi selesai, pakan akan beraroma segar (tidak busuk) dan siap diberikan kepada ayam petelur.
- Pakan dapat diberikan langsung atau dicampur dengan pakan lainnya sesuai kebutuhan.
Cara Memberikan Pakan Fermentasi pada Ayam Petelur
- Pemberian Secara Bertahap
Jika ayam belum terbiasa dengan pakan fermentasi, berikan sedikit demi sedikit agar ayam dapat beradaptasi. - Sesuaikan dengan Kebutuhan Ayam
Pakan fermentasi bisa diberikan sebanyak 30-40% dari total pakan harian untuk hasil yang optimal. - Simpan dengan Baik
Pakan fermentasi dapat bertahan hingga 7 hari jika disimpan dengan baik dalam wadah tertutup di tempat yang kering dan sejuk.
Kesimpulan
Pakan fermentasi adalah solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur secara alami dan efisien. Selain meningkatkan daya cerna dan produksi telur, metode ini juga dapat menghemat biaya pakan serta mengurangi bau kotoran ayam. Dengan langkah-langkah yang mudah dan bahan yang terjangkau, peternak dapat mengoptimalkan hasil ternak mereka secara lebih efektif.